Jual Sarang Semut Papua

Sarang semut yang dalam bahasa latinnya disebut Myrmecodia Pendan atau biasa masyarakat Papua menyebutnya dengan lokon. Sarang semut di Indonesia, dipopulerkan oleh Bapak Hendro Saputro. Sarang semut adalah tumbuhan yang unik, dimana hanya sarang semut yang tumbuh di pedalaman Papua saja yang berkhasiat sebagai obat.

Berdasarkan Riset Puslit Bioteknologi LIPI diketahui Sarang Semut mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tokoferol, fenolik dan kaya akan mineral penting seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium dan senyawa yang berguna sebagai antioksidan dan antikanker.

Sarang semut diproduksi secara higienis sesuai dengan standar CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) dan telah mendapatkan registrasi badan POM dan sarang semut kapsul telah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.

Secara tradisional sarang semut untuk membantu mengobati :

- Berbagai jenis kanker dan tumor seperti kanker otak, hidung, payudara, liver, paru-paru, rahim, usus, prostat, dan kanker darah (leukimia).

- Jantung koroner dan berbagai gangguan jantung

- Stroke ringan dan berat

- Menghilangkan benjolan-benjolan pada payudara

- Membantu mengobati lupus

- Gangguan ginjal dan prostat

- TBC/paru-paru

- Ambeien/wasir baru maupun lama

- Migraen (sakit kepala sebelah)

- Alergi hidung, bersin-bersin di pagi hari dan sering mimisan

- Melancarkan dan meningkatkan Air Susu Ibu (ASI) dll

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Riset Ilmiah Sarang Semut

Sembuhnya para penderita dari penyakkit bukan lah hanya suatu kebetulan saja. Karena, bukti empiris (pengalaman nyata) itu sudah dibuktikan melalui riset ilmiah oleh LIPI. Dalam riset itu terbukti bahwa kandungan zat aktif di dalam ekstrak sarang semut memiliki aktivitas antikanker. Dalam uji in vitro itu para peneliti menggunakan kultur sel. Mekanisme yang telah barhasil diunkap adalah sitotoksik dan induksi apoptosis. Senyawa aktif yang sudah berhasil di-indentifikasi antara lain :

1. Alfa-tokoferol yang merupakan antioksidan yang cukup kuat dengan nilai IC50 sebesar 5,1 ppm. Ini artinya dengan konsentrasi 5,1 ppm sarang semut dapat menghambat radikal bebas hingga 50 %.

2. Tannin adalah astringen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih di dalam tubuh.

3. Flavonoid glikosida, salah satu senyawa metabolit sekunder yang berguna untuk menghambat perkembangan sel kanker dan antivirus.

4. Polifenol berfungsi sebagai antimikroba dan menurunkan kadar gula darah.

5. Senyawa aktif lain seperti kalsium, natrium, kalium, seng,besi, fosfor, magnesium.

6. Mineral berfungsi meningkatkan impulse jantung hingga menerobos sumbatan pada saluran darah ke jantung.

7. Stigmasterol berperan dalam mekanisme sitotoksik.

8. Inhibitor histone deacetylase (HDAC) terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, menginduksi difensiasi, dan menyebabkan kematian sel apoptotik sel kanker. Inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari beberapa gen yang ekspersinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan tumor.

Hasil dari penggunaan dosis sarang semut ditingkatkan menjadi 40 kali lebih tinggi daripada yang dianjurkan, ternyata masih aman. Jadi angka LD50 sarang semut sangat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindung.

Penelitian terbaru dilakukan oleh Universitas Kebangsaan Malaysia dan Universitas szeged, Hungaria. Para peneliti mengatakan ekstrak sarang semut mengandung senyawa yang memiliki aktivitas pembalikan resistensi multiobat dengan nilai rasio aktivitas fluoresens 39,72. Hal itu sangat penting karena kebanyakn sel kanker memiliki kemampuan menjadi resisten terhadap obat-obatan yang berbeda.

Posted in Sarang Semut | Tagged , , , | Leave a comment

Sarang Semut

Di Indonesia, tanaman epifit seperti sarang semut memang potensial sebagai obat. Jika tanaman bersimbiosis dengan tanaman lain, kaya akan metabolit sekunder. Menurut Sumali, ” Ada yang berasal dari tanaman inang maupun epifit itu sendiri”. Semua makhluk memiliki metabolit primer yang sangat dibutuhkan antara lain karbohidrat, protein, lemak, dan asam lemak. Sedangkan metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, steroid, dan glikosida tak mutlak ada.

Senyawa aktif apa yang terkandung dalam sarang semut? Uji penapisan yang dilakukan oleh Dr. Muhammad Ahkam Subroto dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi membuktikan, sarang semut mengandung flavonoid dan tannin. Menurut Prof. Dr. Sidik beliau adalah Guru Besar Farmakologi Universitas Padjadjaran “Dengan ditemukannya senyawa flavonoid dan tannin, sarang semut sangat berpotensi menjadi fitofarmaka setelah melewati serangkaian uji”. Bagi tubuh, flavonoid berfungsi sebagai antioksidan sehingga ampuh mencegah sekaligus mengatasi serangan kanker. Mekanisme kerja flavonoid dalam mengatasi dengan menginaktifikasi karsinogen, penghambatan siklus sel, dan induksi apoptosis. Sumali Wiryowidagdo, mengingatkan untuk tak terlalu lama ketika merebus sarang semut. Tujuannya agar flavonoid yang dikandung tidak rusak. Jika dilakukan perebusan pada suhu 90 derajat celsius dan hanya boleh perebusan selama 15 menit.

Mengenai kandungan flavonoid dan tannin, Prof. Dr Elin Yulinah Sukandar, Beliau adalah Guru Besar Farmasi ITB mengatakan, sulit menganalisis lantaran tergantung senyawa yang diikat. Flavonoid dan tannin terdiri atas banyak senyawa. Bentuknya bervariasi, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri, dari antioksidan, antialergi, sampai antibakteri.

Posted in Sarang Semut | Tagged , , , | Leave a comment